Categories
Artikel

Personal Branding Matters

Banyak pebisnis UKM yang masih belum sadar untuk membangun personal branding untuk meng-endorse bisnis mereka. Mereka merasa bahwa personal branding yang dilakukannya di Instagram atau TikTok “terlepas” dari business branding usaha yang dijalankannya.

Inilah kesalahan terbesar CEO, manager, dan biz owner UKM, yaitu tidak mensinergikan personal branding dengan business branding usahanya. Lalu bagaimana menyiasati strategi personal branding untuk menyukseskan bisnis Anda?

Categories
Artikel

The Birth of Leisure Economy

Di tahun 2018 terdapat dua big driving forces yang akan mempengaruhi lanskape bisnis indonesia. Terlihat dari perpindahan daya beli konsumen dari ritel konvensional ke ritel online yang sangat tinggi, namun perubahannya masih belum cukup signifikan. Pertanyaannya, jika konsumen tidak lagi banyak berbelanja di gerai konvensional, dan masih sedikit yang berbelanja di gerai online, lalu ke mana konsumen berbelanja?Bagaimana marketer/enterpreneur mengetahui kondisi ini? Dan bagaimana strateginya?

E-book ini mengulas mengenai kondisi bisnis Indonesia yang mulai mengalami pergeseran konsumsi masyarakat secara pelan tapi pasti. Terdapat 3 pembagian kelompok besar, terdiri dari The shifting, The Rise, dan The Strategy. Pembagian ini dilakukan untuk mempermudah marketer/enterpreneur dalam mamahaminya, serta dilengkapi dengan data-data pendukung lainnya dan beberapa contoh bisnis yang akan naik guna untuk membantu marketer/enterpreneur dalam menentukan strategi bisnisnya. So, “Welcome to the Leisure Economy”

Categories
Artikel

The Dark Global Economy, The Brigth Local Champions

Tahun 2023 akan menjadi tahun yang penuh tantangan dan harapan baru yang ditandai oleh 3 change drive seperti disrupsi pasca-pandemi, krisis global, dan tahun politik. Ketiganya saling mempengaruhi menciptakan VUCA bisnis di tahun 2023.

Inventure-Alvara telah melakukan riset industri dan mengidentifikasikan ke berbagai tren pasar yang berpotensi tumbuh beserta strategi dan tips menjalankan usaha & bisnis di tahun 2023. selain itu, Pelaku industri dapat memiliki gambaran terbaru mengenai prospek 20 industri paling hot di tahun 2023.

Categories
Artikel

Welcome The Age of FOMO Marketing

Pernahkah kamu memantau situs penjualan tiket (hingga berjam-jam) untuk dapat menonton konser idolamu? Atau, apakah kamu seorang yang selalu mengecek pergerakan harga saham setiap 5 menit sekali melalui smartphone-mu? Atau, apakah kamu merupakan orang yang terdepan untuk merebutkan promo tanggal kembar di platform eCommerce kesayanganmu? Kamu mungkin mengidap FOMO.

karena itu, FOMO is profitable.

Kenapa?

Karena kalau Anda berhasil menciptakan FOMO yang dikaitkan dengan brand Anda, maka konsumen akan rela berkorban untuk memberikan waktu, tenaga, dan uang kepada brand Anda. Ketika mereka mengalami FOMO maka perasaan FOMO tersebut akan mendorong konsumsi.

Categories
Artikel

The Rise of Ecosystem Selling

Di era digital, penjualan B2B (business to business) tidak bisa lagi dilakukan ke konsumen secara individual (satu-persatu), tapi menggunakan pendekatan EKOSISTEM.

Now, every MARKET is an ECOSYSTEM. Menggarap EKOSISTEM menghasilkan revenue stream yang masif dan berkelanjutan. Ecosystem Selling is the World’s HOTTEST selling method.

Lantas, bagaimana membangun & mengelola ekosistem bisnis agar bisnis dapat sustain dan terus survive di era penuh disrupsi ini?

Categories
Artikel

The Rise of Cool+Agile Brand

Selama 5 tahun terakhir kita menghadapi tiga disrupsi sekaligus “Triple Disruption” yaitu:

– Digital disruption
– Millennial disruption
– Pandemic disruption

Badai “Triple Disruption” merupakan “seleksi alam” yang menghasilkan pemenang (Winners) dan pecundang (Losers). Mereka yang adaptif akan menjadi Winner dan yang bebal akan menjari Loser.

Seleksi alam juga akan mengantarkan kita memasuki “The Golden Age of Business Reinvention” dimana akan muncul begitu banyak new innovations dan new entrepreneurs.

Siapa  yang bakal sukses menjadi champion di era keemasan baru ini?

#1. The Agiles
#2. The Creatives
#3. The Digitals

Categories
Artikel

The Power of Brand Story

Promosi yang dikemas melalui sebuah story, 22 kali akan lebih diingat oleh konsumen.

Di era digital, tentu sudah banyak tools untuk menguatkan konten pemasaran seperti SEO, Paid Ads, dll. Semua tools tersebut dapat dipelajari dan diduplikasi untuk menghasilkan statistik pemasaran yang serupa.

Namun stories tetap menjadi alat pemasaran yang paling sulit untuk diduplikasi. Sebab stories memiliki values yang begitu tinggi dalam pemasaran. Tidak hanya pesan pemasaran Anda akan lebih mudah diingat, story brand yang otentik dan kreatif akan menjadi milik brand Anda sendiri.

Categories
Artikel

Brand Collab is the New Engine

Kami menyebut era digital dan era ekosistem sekarang ini sebagai era keemasan kolaborasi: The Golden Age of Collaboration.

Di tengah pergeseran persaingan dari “persaingan industri” ke “persaingan ekosistem”, survival sebuah brand ditentukan oleh kemampuan mereka berkolaborasi untuk menghimpun kekuatan bersama.

Karena itu melalui buku ini kami mencoba mengenalkan slogan baru: “nggak kolab, bakal kolaps”

Categories
Artikel

The Invasion of AI

Dekade 2020an adalah masa krusial dalam sejarah peradaban umat manusia, dimana untuk pertama kalinya terjadi pergantian massal pekerjaan-pekerjaan yang selama ini dilakukan manusia beralih ke robot yang digerakkan oleh Artificial Intelegence (AI). Bahkan saat ini, telah viral fenomena chatGPT.

Dampaknya Artificial Intelegence akan membunuh berbagai pekerjaan-pekerjaan yang out-of-datedan melahirkan berjuta pekerjaan-pekerjaan baru yang relevan dengan modernitas, mengolaborasikan manusia dengan AI (Human-AI colaborating jobs). Jangka panjangnya, pelan tapi pasti AI akan membunuh berbagai industri yang sudah tak sejalan lagi dengan era modern.

Lalu,Sejauh mana perkembangan Artificial Intelegence saat ini? Dan bagaimana AI membunuh berbagai industri yang telah mapan?

Categories
IBF2022

SME COLLAB

Kawasan M Bloc kembali melebarkan sayapnya dengan membuka M Bloc Market. Ini menjadi tempat UMKM lokal berniaga. Bertempat di kawasan Blok M Jakarta Selatan, M Bloc Market resmi dibuka 19 Maret 2021. M Bloc dibangun berdasarkan kolaborasi antara BUMN Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan M Bloc.

M Bloc Market menggabungkan konsep supermarket moderen yang menjajakan 70 persen produk lokal UMKM, ruang serbaguna untuk kegiatan kreatif komunitas dan Galeri Museum Peruri. Tujuannya, tak lain adalah untuk menjangkau lebih banyak anak muda yang ingin berkarya.

“M Bloc Market tidak berdiri sendiri tetapi empowering dari produk-produk lokal. Kita juga bikin pameran lukisan. Jadi tempat ini akan menjadi engagement dari pelaku-pelaku usaha,” kata CEO M Bloc Space Handoko Hendroyono.

Selain mewadahi produk-produk UMKM, M Bloc Market juga ingin menawarkan pengalaman belanja yang sirkular dan contactless. Salah satunya dengan konsep Scan to Go. Konsep ini memberikan konsumen kemudahan dalam berbelanja yaitu cukup memindai pilihan produk, membayar secara cashless dan barang belanjaan akan disiapkan. Konsumen pun dapat segera melanjutkan aktivitas mereka yang lainnya.

Sementara untuk pengalaman berbelanja yang sirkular, Handoko menggambarkannya seperti ini: “Contoh di dalam M Bloc Market itu ada 6 kafe yang kita kurasi juga. Kafe itu bahan-bahannya beli dari sini (M Bloc Market). Jadi istilahnya farm to table,” ungkap Handoko.

Salah satu wujud collaborative marketing adalah kolaborasi  Mondelēz  Indonesia (MI)  dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner yang  berlangsung sejak awal September 2021.

Sebagai bagian dari Mondelēz International yang sangat peduli dengan dampak pandemi Covid-19 pada seluruh lapisan masyarakat kecil di Tanah Air, MI menggelar program #DukungUMKMKuliner. Ini adalah program berisi pelatihan bagi pelaku UMKM kuliner.

Program ini bertujuan menghadirkan inspirasi kreativitas dalam menciptakan produk kuliner yang lebih kekinian sebagai salah satu tanggung jawab sosial #MondelezUntukIndonesia di masa sulit. Sebagai jawara di kategori cokelat, biskuit, permen dan minuman bubuk serta memiliki berbagai merek yang sudah menjadi ikon global seperti biskuit, seperti: Oreo, keju Kraft, cokelat Cadbury Dairy Milk dan Toblerone; serta biskuit, MI berkepentingan membantu UMKM di bidang kuliner yang terdampak Covid-19.

Dijelaskan Khrisma Fitriasari, Head of Corporate Communications & Government Affairs Mondelēz Indonesia, inisiatif #DukungUMKMKuliner merupakan kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi UMKM, program ini berupaya menginspirasi mereka agar dapat mengembangkan bisnisnya secara lebih kreatif, di antaranya melalui pengembangan menu-menu kuliner ‘kekinian’ – termasuk bagaimana secara kreatif memanfaatkan teknologi digital dan digital marketing untuk mempromosikan bisnis mereka.

Sementara bagi MI, kolaborasi ini juga turut meningkatkan kredibilitas dan image produk-produk MI, seperti keju Kraft, biskuit Oreo, ataupun cokelat Cadbury. “Kolaborasi ini dapat menjadi strategi yang saling menguntungkan satu sama lain, baik dari sisi peningkatan bisnis, reputasi ataupun perluasan target market,” ungkap Khrisma Fitriasari.